Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perenungan

Hinakan Diri, Untuk Menghargai

“Apa sebenarnya kemuliaan itu?” salah seorang kawannya menjawab, “ Inna akramakum ‘indallahi atqaakum , sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kalian”.   “Jadi sama sekali tak ada gunanya yang namanya banyaknya harta dan tingginya pangkat itu?” “Memang tak ada gunanya jika itu semua tidak disandarkan pada tujuan karena Allah. Semua akan dapat diterima sebagai amalan baik dan akan tercatat sebagai pahala jika diawalai atau dilaksanakan dengan sebuah harapan, mengharap keridhaan Allah.” “Bukankah kita beribadah itu karena kita mengharapkan syurga dan terjauh dari neraka?” “Bagi manusia yang sebegitu kecil dihadapan Allah, rasanya tidak pantas kita mengharap itu semua kepada Allah. Hanya ridho Allahlah yang akan mendatangkan kebaikan bagi kita didunia dan di akhirat kelak.” “Jika kita telah mendapat ridha Allah apakah kita akan menjadi manusia yang mulia?” “Kemuliaan hanyalah disisi Allah dan jika kita patuh pada perinta...

Sang Pemberani!

Muhammad Iqbal pernah menulis sebuah puisi, Terkadang jerami-jerami menjadi tabir mataku  Dan dengan satu pandangan, aku melihat dua dunia Lembah CintaNya adalah jalan yang panjang nan jauh  Perjalanan beratus tahun tertutup keluh kesah Tetaplah dalam pencarianmu, dan jangan pergi dari harapan, ada sesuatu yang berharga disana, dan suatu saat barangkali kau akan menemukannya Kali ini aku benar-benar merasakan makna dari bait syair yang ditulis Iqbal 20 tahun lalu. Model-model kehidupan yang ada sekarang ini agaknya telah menjadi jerami-jerami yang seringkali menutupi pandanganku, hingga aku tidak bisa memilih model kehidupan yang semestinya dijalani. Tapi aku bersyukur karena aku bisa melihat gambaran dua dunia, dunia ilusi yang sepertinya sangat menyenangkan tapi sesungguhnya hanya jerami-jerami yang tak berharga dan dunia nyata yang berada pada lembah CintaNya . Setidaknya aku sedikit mengerti, dunia mana yang seharusnya aku jalani walaupun sungguh ...

Kehidupan dan kematian, kau sendiri yang menentukan setelah Tuhan

Kehidupan dan kematian. Keuntungan dan kerugian. kau sendiri yang menentukan sesudah Tuhan. Dengan kata lain, kita sendirilah yang menentukan kehidupan dan kematian kita. Keuntungan dan kerugian kita. Atau bahkan dengan ungkapan yang lebih ekstim, kita sendirilah yang menentukan takdir kita. Kebenaran hanya di sisi Tuhanmu. Tapi ini masuk dalam nalar sadarku, aku belum mendapatkan alur nalar lain yang sejalan dengan diriku. Bagiku memang seperti itu, kitalah yang menentukan takdir kita setelah Tuhan. Artinya, Tuhan yang menentukan aturan main dan manusia beserta alam semesta yang menjalankan aturan main itu. Mau menang atau kalah ya tergantung bagaimana manusia memilih tindakannya. Aturan itu adalah hukum sebab akibat yang tidak bisa dielakkan oleh makhluk dari jenis apapun. Setiap makhluk berada dalam aturan kausalitas itu, tidak bisa tidak. Kalau kita terjun dari atas gedung dengan tubuh apa adanya pasti akan jatuh ke tanah. Itu aturan Tuhan yang di ilmui oleh manusia menja...

Cakrawala diatas Samudera

Telah bertahta rembulan dalam dirimu yang siap memantulkan cahaya keseluruh ruang dalam batinmu, dalam pikiranmu, dalam kehidupanmu. Telah menggenang air dalam jiwamu yang memurnikan, membeningkan, dan menghidupkan. Telah mengalir dalam pikiranmu arus yang menggerakkan, membangkitkan, bahkan meluluhlantakkan. Hatimu adalah samudera yang bisa menampung berjuta kasih, pikiranmu adalah cakrawala yang didalamnya bertahta bintang-bintang yang mencerahkan kehidupan. Kita adalah bumi yang subur yang padanya bermukim berbagai-bagai kehidupan. Kita bisa menghadirkan kembali suasana kebahagiaan yang pernah terjadi dalam potongan waktu yang telah berlalu. Kita bisa menghadirkan kehidupan kekanak-kanakan kita dalam ruang batin dan pikiran, padahal sesungguhnya itu adalah kejadian dalam garis peristiwa yang telah jauh kita tinggalkan. Kita bisa merasakan dengan segera, ketika berjumpa pada kejadian-kejadian yang menyentuh titik simpul spriritualitas dalam batin kita. Kita bisa turut merasakan k...